Terdapat beberapa mitos tentang penyakit jantung dan lebih khusus
tentang serangan jantung. Berikut adalah 7 mitos yang salah tentang serangan
jantung:
Orang Yang Sehat Tidak Akan Terkena Serangan Jantung
Umumnya orang yang kelebihan berat badan, atau jarang olahraga lebih
rentan terhadap serangan jantung. Namun orang-orang yang kurus, melakukan
olahraga teratur dan makan makanan sehat tidak aman sepenuhnya dari serangan
jantung.
Hal ini karena timbunan kolesterol yang merupakan penyebab paling umum
dari penyumbatan arteri dapat terjadi pada orang yang kurus juga.
Selain itu, masalah jantung dan serangan jantung bisa bersifat
genetik. Jadi, jika seseorang memiliki riwayat masalah jantung dalam anggota
keluarganya, dia pun berisiko memiliki masalah yang sama. Faktor lain seperti
diabetes, kolesterol tinggi atau tekanan darah tinggi juga bisa memperbesar
risiko tak peduli berapa berat badan seseorang.
Jenis kelamin dan usia juga berpengaruh. Jadi meskipun merasa sehat,
pastikan untuk melakukan cek kesehatan secara teratur.
Sangat Mudah Untuk Mengenali Gejala Serangan Jantung
Gejala serangan jantung tidak selalu jelas. Gejala-gejala klasik
meliputi rasa sakit yang menyebar ke lengan kiri, leher, atau rahang.
Gejala-gejala lain termasuk:
- Nyeri dada
- Sesak di dada
- Nyeri di leher atau rahang
- Nyeri pada salah satu atau kedua lengan (terutama kiri)
- Sesak napas
- Berkeringat
- Mual
- Sakit atau berdenyut-denyut di antara tulang belikat
Tidak Merasa Nyeri Dada Berarti Tidak Ada Serangan Jantung
Sebagian besar dari kita percaya bahwa serangan jantung akan menimbulkan
rasa nyeri di dada. Tapi seperti yang disebutkan di atas, mengetahui gejala
serangan jantung tidak selalu mudah. 40 sampai 60 persen orang yang terkena
serangan jantung tidak merasakan gejala khsusus.
Perempuan Tidak Akan Menderita Serangan Jantung
Benar, wanita lebih sedikit terkena serangan jantung sebelum menopause
karena kehadiran estrogen yang melindungi wanita dari serangan jantung.
Tetapi pasca menopause wanita memiliki tingkat risiko yang sama
sebagaimana laki-laki, bahkan mungkin lebih.
Menurut statistik:
Di seluruh dunia, 8,6 juta wanita meninggal akibat penyakit jantung
setiap tahun (termasuk serangan jantung), menyumbang sepertiga dari seluruh
kematian pada wanita.
Wanita dua kali lebih mungkin (dibanding laki-laki) untuk meninggal
dalam beberapa minggu pertama setelah menderita serangan jantung.
Perempuan Memiliki Gejala Yang Sama Seperti Laki-Laki Saat Terkena Serangan Jantung
Perempuan biasanya tidak mengalami nyeri dada seperti laki-laki saat
terkena serangan jantung. Saat mengalami serangan jantung, 71% wanita merasakan
fisik melemah secara tiba-tiba dan seringnya tanpa nyeri dada sama sekali.
Hampir dua pertiga dari kematian akibat serangan jantung pada wanita
tidak didahului oleh nyeri dada.
Berikut adalah beberapa gejala serangan jantung pada wanita:
- Sesak napas
- Tubuh terasa lemah
- Kelelahan
- Mual
- Pusing
- Perut terasa tidak nyaman
Jika Dada Terasa Nyeri, Tunggu Saja, Siapa Tahu Akan Hilang Dengan Sendirinya
Jika mengalami nyeri di dada, jangan hanya menunggu saja. Saat dada
terasa nyeri, sesak napas, atau gejala lain yang menunjukkan serangan jantung,
segera hubungi dokter.
Antisipasi lebih dini akan membuat penanganan berjalan lebih mudah.
Orang Yang Masih Muda Tidak Akan Memiliki Masalah Jantung
Meskipun semakin bertambahnya usia seseorang lebih rentan mengalami
serangan jantung, sangat mungkin penyakit arteri koroner berkembang saat usia
remaja. Gaya hidup sehat perlu dimulai sedini mungkin sehingga anak-anak tidak
memiliki kebiasaan buruk yang akan mereka bawa sampai dewasa.
Orang tua harus mendorong anak-anak untuk berolahraga, membatasi waktu
yang dihabiskan di depan layar televisi atau komputer, dan makan makanan sehat.
Anak-anak, yang mengalami obesitas, memiliki tekanan darah tinggi atau riwayat
keluarga dengan penyakit jantung memiliki risiko yang lebih tinggi terkena
serangan jantung.






0 komentar:
Posting Komentar